3 Mitos Mengenai Oli Kendaraan yang Sering Disalahpahami

Salah satu komponen mesin yang sangat amat penting untuk kendaraan adalah oli. Penggunaan oli merupakan hal yang wajib agar mesin motor dan mobil tetap awet. Maka dari itu ganti oli mesin secara rutin pada kendaraan bermotor adalah hal yang penting karena oli berfungsi melumasi pergesekkan antar mesin dan komponen serta membuat endapan-endapan di dalam dinding mesin menjadi bersih. Penggantian oli juga tidak sembarangan karena kualitas dari oli itu sendiri harus diperhatikan dan juga kekentalannya yang sudah ditentukan oleh spesifikasi kendaraan.

Namun masih ada saja pemilik kendaraan yang kurang memahami hal-hal seputar penggantian oli. Bahkan masih saja ada yang melakukan perawatan kendaraan yang berhubungan dengan oli berdasarkan oleh mitos-mitos atau omongan-omongan yang belum tentu benar faktanya. Untuk menghindari hal tersebut, simak artikel ini lebih lanjut untuk mengetahui lebih lanjut apa saja mitos-mitos mengenai oli yang beredar.

  1. Mitos oli hitam harus diganti

Anggapan bahwa jika warna oli berubah menjadi hitam harus segera diganti tidak sepenuhnya benar. Fungsi oli tidak hanya untuk sebagai pelumas namun untuk membersihkan dinding silinder terhadap oksida, karbon dan kerak-kerak yang ditimbulkan karena pembakaran. Maka dari itu, sangat normal jika warna oli menjadi hitam dan itu bukan berarti oli harus diganti melainkan hasil dari kerja oli itu sendiri.

  1. Bergonta-ganti oli membuat mesin rusak

Banyak yang mengatakan bahwa mengganti oli mesin tidak boleh berbeda merek karena hal itu dapat membuat mesin kendaraan mudah rusak. Namun sebenarnya mengganti oli untuk mesin kendaraan dengan berbeda merek sah-sah saja hukumnya asalkan kekentalan oli tersebut sesuai dengan spesifikasi mesin kendaraan.

  1. Ganti oli mengikuti jarak tempuh

Jarak tempuh yang biasanya digunakan untuk mengukur kapan harus mengganti oli adalah sekitar 5.000 – 10.000 km. Namun hal ini ternyata hanya mitos belaka karena pergantian oli seharusnya sesuai dengan situasi dan kondisi. Sebenarnya, pergantian oli tergantung situasi yang dimiliki, kalau mobil dipakai untuk kegiatan sehari-hari dan sering terjebak macet, maka yang harus dipertimbangkan adalah jam kerja mesin.

Itu dia 3 mitos mengenai oli kendaraan yang biasanya dipercayai oleh pengendara. Sekarang, pastikan Anda mengerti dan paham betul tentang oli, ya. Semoga bermanfaat.

Leave a Reply