Ini Lho 5 Cara Bijak Memberi Uang Saku Pada Anak!

Memberi uang saku pada anak merupakan hal yang sudah wajar dilakukan orangtua. Akan tetapi, beberapa orangtua tidak menyadari akan kesalahan mereka dalam cara memberi uang saku pada anak. Alhasil, anak-anak malah jadi boros dan sangat bergantung pada orangtua. Akan sangat disayangkan jika Anda sudah mengatur keuangan sebaik mungkin untuk menabung jaminan pendidikan anak, tetapi Anda tidak mendidik anak untuk mengelola keuangannya dengan baik. Ada kiat-kiat tersendiri dalam memberi uang saku pada anak agar mereka bisa mengelola uang dengan baik. Percayalah, tips ini akan bermanfaat bagi anak hingga nanti saat ia beranjak dewasa.

  • Pahami apakah anak sudah waktunya diberi uang jajan

Biasanya anak-anak mulai memahami cara menggunakan uang saat ia duduk di tingkat SD. Paling tidak pastikan kalau anak sudah memahami perbedaan nominal, cara bertransaksi, dan menghitung kembalian. Umumnya Anda bisa mulai mempercayakan uang jajan pada anak ketika ia menginjak kelas 5 atau 6.

  • Libatkan anak untuk menentukan jatah uang saku harian

Ketika menetapkan besaran uang saku, akan lebih baik jika Anda melibatkan sang anak. Dengan melibatkan anak, maka ia bisa belajar untuk lebih bertanggung jawab menggunakannya.

  • Mulai dari memberikan uang saku secara harian

Sebelum Anda memberikan uang saku secara mingguan atau bahkan bulanan, sebaiknya Anda memberikannya secara harian. Amati dulu apakah anak sudah siap menerima saku mingguan atau belum. Jika dirasa anak sudah bisa mengatur pengeluarannya, Anda bisa mulai memberikan uang saku secara mingguan.

  • Beri tahu konsekuensi

Namun, perlu diingat, Anda harus mendidik anak agar disiplin menggunakan uang sakunya. Misalnya saja, jatah harian uang saku anak adalah Rp15 ribu perhari. Jika mereka menghabiskan lebih dari itu selama sehari, maka di hari-hari berikutnya jatah uang saku mereka akan berkurang. Pemahaman ini perlu dijelaskan agar anak bisa menggunakan uangnya secara bijak.

  • Dampingi anak untuk membuat rencana pengeluaran

Akan lebih baik jika kebiasaan membuat rencana keuangan diterapkan sejak kecil. Anda bisa membantu anak untuk membuat rencana keuangan agar mereka juga bisa mengevaluasi pengeluaran mereka. Anda mungkin bisa membuat kegiatan ini lebih menyenangkan. Misalnya dengan melengkapi tabel pengeluaran dengan gambar-gambar menarik seperti karakter kartun favoritnya.

Semoga bermanfaat! (Rima)

Leave a Reply